KIAT PENULISAN PUISI
Rabu , 02 Agustus 2023
Resume Ke : 17 (tujuh
belas)
Gelombang
: 29
Hari
/ Tanggal : Rabu, 02
Agustus 2023
Tema
: Menulis Puisi
Narasumber
: Dr. Hj. E.
Hasanah, M.Pd
Moderator
:
Sim Chung Wei, SP
Oleh
: Samsul Huda, S.Pd.I
Hari ini pertemuan ke-17 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN). Pada kegiatan hari ini dibersamai oleh
moderator yang bernama bapak Sim Chung Wei, SP dan narasumber ibu Dr. Hj. E.
Hasanah, M.Pd Tema yang sangat menarik untuk diikuti di angkatan ke 29 ini
yaitu “Menulis Puisi”.
BIODATA Narasumber malam ini: E. Hasanah, dilahirkan di Sukabumi
pada tanggal 10 Agustus 1967 dari pasangan Bapak Adjar Djarkasih dan Umi Siti
Aisyah. Menikah dengan Drs. M. Hasan, M.Si. tahun 1988 dengan dikaruniai tiga
orang anak yakni, Hanief Syahrizal, S.Pd. (guru Matematika di SMAN 1 Cicurug),
Hasbi Aprizal, S.Hum. (merintis usaha), dan Hasri Ahsanti, S.Tr. (bekerja di
Rumah Sakit Paru Karawang).
Riwayat Pendidikan: Menempuh pendidikan dimulai dari SDN Bojong
Genteng (lulus tahun 1980), Madrasah Diniyah (lulus tahun 1982), Madrasah
Tsanawiyah Al-Manshuriyah Pamatutan (lulus tahun 1983), SMA Negeri Cibadak
Sukabumi (lulus tahun 1986), melanjutkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris
FKIP Universitas Ibn Khaldun Bogor (lulus tahun 1992). Menempuh pendidikan
Pascasarjana IMNI program studi manajemen Pendidikan (lulus tahun 2010) dan
Pascasarjana Program Studi Administrasi Pendidikan UNINUS (lulus tahun 2019)
dan menyelesaikan Pascasarjana Ilmu Pendidikan (S3) di UNINUS Bandung (lulus
tahun 2022).
Riwayat Pekerjaan: Berkiprah di dunia Pendidikan sebagai guru di
MAN Cibadak (1994-2015), dan beberapa lembaga pendidikan swasta (1990-2017),
Pendiri Yayasan Pendidikan Halima Al-Azar (Kursus, Kober, dan TK Halima
Bojonggenteng, 2002 - sekarang) dan sebagai Pengawas Madrasah Aliyah di
Kankemenag Sukabumi (2015 - sekarang) serta staf Pengajar di STAI Kharisma
Cicurug.
Prestasi yang telah diraih: diantaranya sebagai Pengawas
berprestasi tingkat Jawa Barat tahun 2021 dan sebagai salah satu Peraih
Anugerah Guru dan GTK Kemenag Berprestasi Tingkat Nasional Kategori Pengawas
Madrasah Berprestasi tahun 2021, sebagai pengelola kursus berprestasi ke-3
tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2015 dan prestasi lainnya. Sebagai pengawas
madrasah, penulis juga aktif dalam memberikan motivasi, mengajak serta
mendorong dengan sekuat tenaga guru-guru agar selalu meningkatkan kualitas diri
dan aktif berliterasi. Tahun 2021 – sekarang telah menulis buku solo dan
menulis pantun, puisi, cerita, dan non-fiksi di lebih dari 70 buku antologi.
Buku yang sudah terbit berjudul Buku Panduan Guru Penulis Pemula (buku solo
dengan ISBN 978-623-378-050-6, terbit September 2021) dan berjudul Selaksa
Suara Sukma (Buku solo dengan ISBN 978 623 378 538 9 terbit 2023), lebih dari
70 buku antologi diantaranya; “Tantangan Pendidikan Abad ke-21_Antologi Artikel
Dunia Pendidikan Indonesia di Era Digital; Menggerakkan Literasi Mencerdaskan
Generasi_Antologi Pegiat Literasi Berbagi dan Beraksi; Inspirasi dalam Untaian
Puisi,” dan lainnya.
Organisasina yang diikuti Sekarang: Anggota Pokjawas Madrasah
(Kelompok Kerja Pengawas Madrasah), Anggota APSI (Asosiasi Pengawas Seluruh
Indonesia), Anggota PERGUNU, Anggota KPPJB (Komunitas Pengajar Penulis Jawa
Barat), dan Anggota Muslimat NU.
Pengertian
Puisi Menurut KBBI Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima,
serta penyusunan larik dan bait; Gubahan dalam bahasa yang bentuknya
dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan
pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan
makna khusus;
Sajak;
-- bebas puisi yang tidak terikat oleh rima dan
matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata
dalam setiap larik;
-- berpola puisi yang mencakupi jenis sajak yang
susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran
genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru, ataupun bentuk lain;
-- dramatik sas puisi yang memiliki
persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang
tegang;
-- lama puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi
barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal;
-- mbeling sajak ringan yang tujuannya membebaskan
rasa tertekan, gelisah, dan tegang; sajak main-main;
Puisi menurut H.B. Jassin yaitu: Suatu karya sastra
yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta
tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Struktur Fisik Puisi (Unsur wujud) yaitu:
1. Bentuk:
Berbentuk baris – bait
2. Diksi: Pemilihan kata indah & memiliki kekuatan
makna
3. Majas: Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati
penyair
4. Rima: Persamaan bunyi di baris/akhir baris untuk
memunculkan keindahan bunyi
Jenis Puisi yaitu:
1. Puisi lama yaitu: Puisi yang masih terikat oleh
aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait,
persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris.
2. Puisi baru yaitu: Puisi yang tidak terikat oleh aturan
yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama dalam segi jumlah
baris, suku kata, maupun rima.
Ciri-ciri Puisi Lama ialah:
1. Tidak diketahui nama pengarangnya
2. Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra
lisan.
3. Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris di
tiap bait.
Jenis Puisi lama:
1. Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki
kekuatan gaib.
Contoh:
mantra untuk mengobati orang dari mahluk halus.
Sihir
lontar pinang lontar
Terletak
diujung bumi
Setan
buta jembalang buta
Aku
sapa tidak berbunyi
2. Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b,
setiap bait terdiri dari 4 baris,
dan di tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris
berikutnya sebagai isi.
Contoh:
pantun nasihat.
Sungguh
elok emas permata
Lagi
elok intan baiduri
Sungguh
elok budi bahasa
Jika
dihias akhlak terpuji
3. Seloka, adalah pantun yang berkait atau bertautan
Contoh:
Sudah
bertemu kasih sayang
Duduk terkurung malam dan siang
Hingga
setapak tiada renggang
Tulang
sendi habis terguncang
4. Talibun, yaitu pantun genap yang setiap barisnya
terdiri dari 6, 8 atau 10 baris.
Contoh:
Anak
orang di padang tarap
Pergi
berjalan ke kebun bunga
Hendak
ke pekan hari tiap senja
Di
sana sirih kami kerekap
Meskipun
daunnya berupa
Namun
rasanya berlain juga
Ciri-ciri Puisi Baru yaitu:
1. Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)
2. Persajakan akhir yang teratur
3. Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun
dengan pola yang lain.
4. Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)
Jenis Puisi Baru yaitu:
1. Balada, yaitu puisi berisi kisah/cerita.
2. Himne, adalah puisi pujaan untuk menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah
air.
3. Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat
resmi bersifat menyanjung terhadap
pribadi tertentu.
4. Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan /ajaran hidup.
5. Romansa, adalah puisi yang birisi luapan cinta kasih.
6. Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
7. Satire, yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik.
Pada sesi tanya jawab terdapat pertanyaan diantaranya:
Pertanyaan:
Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, nama saya Dari isyanti dari jakarta
utara. Bunda mengapa pernyataan puisi di atas bertentangan. Jadi kesimpulannya
pengertian puisi apa?. Terimakasih
Jawaban:
Terima kasih Dari Ismayanti. Pernyataan yg bertentangan yang mana Bun? Hi hi hi
jadi bertanya balik ya. Pengertian menurut KBBI atau menurut HB Jassin?
Kesimpulan nya puisi itu karya sastra berupa gagasan atau pemikiran penulisnya
yg dikemas menggunakan pilihan kata indah memikat pembaca dan pendengarnya.
Pertanyaan:
Saya Lusy dari Karawang ingin bertanya, apakah perbedaan sajak dan puisi?,
terima kasih
Jawaban:
Terima kasih Bunda Lusy dari Karawang. Perbedaan sajak dan puisi: Sajak susunan
kalimat nya memiliki persamaan bunyi di bagian akhir ataupun di tengah. Hal ini
juga ditemukan dalam puisi yg terikat oleh aturan, seperti pada puisi telelet
Pada sesi penutupan ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd mengungkapkan jika ingin menulis puisi penuh rasa, maka menulislah dengan melibatkan perasan. Masya allah sangat luar biasa menginspirari materi malam ini terimakasih tim solid am jay khususnya bapak Sim Chung Wei, SP dan narasumber ibu Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd Jazakumullohu ahsanal Jaza’.

Comments
Post a Comment